6 April 2011

Sajak sajak perancis terjemahan Wing Karjo

SAJAK-SAJAK PERANCIS WING KARJO
oleh Abdul Hadi Wm pada 02 Februari 2011 jam 1:29

"PESTA LAPAR" DAN SAJAK-SAJAK PERANCIS LAIN

TERJEMAHAN WING KARJO





Arthur Rimbaud



PESTA LAPAR



Laparku Anne, Anne

Lari di atas keledaimu:



Jika aku lapar, hanyalah

Lapar bumi dan lapar batu

Ding! ding! ding! ding! Santapan kita angin

Batu dan arang, besi.



Hai lapar, balik kau! Lapar, makanlah

rumput padang suara!

Hiruplah racun pesta gila

Dari daun semak!



Makanlah batu leburan tangan si miskin

Pintu gerbang gereja tua

Puntung hari kiamat

Roti lembah kelabu!



Lapaku sobekan angin malam

Udara bergema:

Itulah perutku, guruh itu

O Malang



Tanam-tanaman di bumi lahir kembali:

Mencari buah magang

Kupetik dari lubang jejak

Sayur dan bunga viola.



Laparku Anne, Anne,

Lari di atas keledaimu





SI MISKIN MELAMUN



Mungkin kelak bagiku satu Malam menanti

Dengan tenang aku bisa minum-minum

Di satu Kota tua

Lantas aku kan mati lebih puas

Sebab aku sabar.



Andai sakitku hilang

Andai di kantung ada uang

Arah mana kan kujelang

Negeri anggur atau Utara?

Ah! Melamun, bikin malu!



Sebab kehilangan melulu!

Dabn jika aku kembali

Jadi kelana yang dulu

Tidak bakal lagi terbuka

Pondok hijau itu bagiku



Paul Verlaine



KANTUK HITAM



Kantuk hitam dan berat

Menimpa hidupku:

Tidur, segala harap

Tidur, segala hasrat!



Tak lagi kusibak apa pun

Aku kehilangan ingatan

Yang baik dan yang buruk

O kisah yang menyedihkan!



Aku bagai ayunan

Yang dibimbing tangan

Dalam gua kelam:

Diam, diam....





Guillaume Apollinaire



JEMBATAN MIRABEAU



Di bawah jembatan Mirabeau mengalir Seine

Dan kasih kita

Mestikah kembali terkenang

Kegembiraan selalu datang sehabis derita

Meski malam datang, jam berdentang

Hari-hari pergi, aku tinggal diam



Tangan dalam tangan, tinggalllah kita berhadapan

Sedangkan di bawah

Jembatan lengan kita, mengalir

Alun pandangan abadi begitu lesu



Meski malam datang, jam berdentang

Hari-hari pergu, aku tinggal diam



Cinta pergi bagai air ngalir ini

Cinta pergi

Betapa hidup lamban

Dan alangkah kejamnya Harapan



Meski malam datang, jam berdentang

Hari-hari pergi, aku tinggal diam



Hari-hari lewat pekan-pekanpun berlalu

Baik masa lampau

Maupun kasih tak lagi kembali

Di bawah jembatan Mirabeau menmengalir Seina



Meski malam datang, jam berdentang

Hari-hari pergi, aku tinggal diam.





(Dari antologi Sajak-sajak Modern Perancis Dalam Dua Bahasa. Jakarta: Pustaka Jaya, 1975).













































Laparku sobekan angin malam,

Udara bergema:

Itulah perutku, guruh itu/

O Malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar