19 Oktober 2011

HIDANGAN RUHANI: SAJAK-SAJAK JAMI, IBN `ARABI DAN SANA'I

HIDANGAN RAMADHAN:

SAJAK-SAJAK JAMI, IBN `ARABI DAN SANA`I

Abdul Hadi W. M.

Abdul Rahman Jami

AKU DAN DUNIA

Perselisihan antara aku dan dunia ini

Membuatku enggan pada dunia

Dari tujuan lain telah kupalingkan hatiku

Agar terhapus diriku oleh cinta kepada-Mu

O Tuhan, bisakah Kaubebaskan daku

Dari genggam kesesatan agar kusaksikan kebesaran-Mu?

Orang ingkar telah Kau jadikan Muslim sejati

Mengapa tak Kau jadikan aku Muslim yang bijak?

Nafsuku atas dunia ini telah menjerumuskan aku

Beri aku mahkota kefakiran dan kemuliaan

Supaya aku menjadi zarrah dalam rahasia-Mu

Palingkan wajahku dari jalan yang tiada menuju-Mu

Ibn ‘Arabi

MESTIKAH KUPAHAM

Mestikah kupaham apa mereka tahu

Kandungan kalbu mereka

Dan mestikah hatiku tahu

Puncak gunung apa mereka lintasi?

Apa kau pikir mereka selamat

Atau sudah mati pula?

Pencinta dalam cinta

Kehilangan jalan dan terjerat

KUPERGI

Jika kupergi mencari Dia

Takkan putus ku mencari

Jika menjelang ke hadirat-Nya

Melejitlah Dia dariku

Walau tak jauh dari mataku

Tiada aku melihat-Nya

Semula dalam diriku Dia ada

Tapi tak bertemu sepanjang hayatku

ARIF

Hatiku arif menerima segala bentuk:

Padang hijau penggembalaan atau biara orang Kristen

Candi pemuja arca, Ka’bah orang menunaikan haji

Meja tempat menaruh Taurat atau al-Qur’an

Agamaku adalah agama cinta: Jalan apa pun

Yang ditempuh oleh kendaraan Cinta

Itulah agamaku dan kepercayaanku

HARAM

Haramlah semua yang asyik

Memandang selain Dia

Jika wujud Tuhan dan cahaya-Nya

Memancarkan sinar cerlang

Segala yang kukatakan ini tiada

Selain Kau satu semata

Dari-Mu segala yang lain ini

Lahir menjelang rupanya

Hakim Sana'i

HIDUPMU

Hidupmu hanya sesuap nasi di mulutnya

Pestanya pesta perkawinan dan kebangunan

Mengapa kegelapan membuatmu berduka?

Sedangkan malam mengandung hari baru?

Katamu telah kaubentang gulungan permadani waktu

Dan telah melaluinya empat hingga lebih sembilan kali

Langkahkan kakimu ke seberang hidup dan nalar

Baru dapat kaucapai Perintah Tuhan

Tak sesuatu pun kau lihat

Matamu buta disebabkan malam

Di siang hari matamu terkatup

Oleh kebodohanmu sendiri

Kerendahan hati memuaskan dirimu

Sedangkan siksaan tidak

Oleh sarang lebah seorang hamba kebingungan

Sebab dia berada jauh di tempatnya

Kawan, segala yang ada

Adanya melalui dia

Adamu sendiri hanya pinjaman

Lebihnya tiada! Maka fanakan dirimu

Dan jadikan neraka hatimu sorga

Fanakan dirimu! Maka semua akan terpenuhi

Sebab dirimu hanya anak kuda

Yang belum terlatih untuk berlari

Kau adalah kau seperti adamu

Di dalam dirimu cinta dan benci semayam

Kau adalah kau seperti adamu

Percaya dan ingkar bersarang dalamnya

Harap dan cemas

Mendapat keberuntungan dari pintumu

Fanakan dirimu, keduanya

Akan sirna seketika

Di pintunya, apa beda

Antara Muslim dan Kristen

Di pintunya semua pencari

Dan dialah yang dicari

Tuhan tanpa sebab:

Mengapa kaucari sebab?

Matahari kebenaran terbit tanpa diminta

Dan dengannya bulan pengetahuan berkilauan.

(Terjemahan Abdul Hadi W. M. )

WebRepOverall rating Ali Singa Padang Pasir, lukisan kaligrafis pada kaca dari Cirebon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar