17 Januari 2012

Kecemburuan sosial merupakan anakanak kandung iri dengki yg akan pula bercucu amuk amarah yg lalu melahirkan dendam benci yg mengkeruhkan jiwa. Ketika kemiskinan disadari sbg sebentuk ujian dalm ketetapanNYa,dan dgn cerdas pula mampu mensabarinya dalam keberserahan diri tanpa kehilangan daya hidup yg akan pula melahirkan daya kreatif,maka kemiskinan tidak perlu dirisaukan. Yg menyedihkan justru kekayaan yg dapat melalaikan setiap orang dari rasa syukur dan sanggup pula melenyapkan kesadaran bahwa dirinya hanyalah agen penyalur dari rahmatNya.."Dialah pemilik segala perbendaharaan di langit dan di bumi" dan "Dia memberi rizqi kepada siapa yg di kehendaki".
Barang siapa bekerja keras hanya untk memenuhi desakan kehendak selera diri rendah/ego rendahnya,maka bersiap siaplah untk bangkrut kelak ketika pulang ke kampung asal,dan barangsiapa bekerja keras untk mensejahterakan bumi dan sesama makhuk dalam iringan ikhlas karna Allah semata,maka itulah sebaik baik investasi.
Menjaga ruh kemanusiaan adalh tugas agama dan kebudayaan,ketika agama telah di kalahkan oleh kebebasan berfikir yg di semangati selera ego rendah,maka Tuhan surga dan neraka hanyalah omong kosong,kitab suci hanyalah rekayasa imaji para delusi.
Puisi dan nyanyi lebih efekti dalam memberi cerah bagi jiwa,ketimbang retorika cendekia para ulama yg tak menyadari jebakan ria ujub dan dengki..ulama ulama semacam inilah yg hanya akan menjadi siksa bagi masyarakatnya.."kelak di akhir zaman,akan ada diantara umatku yg menghafal alquran dan sunnahku,tetapi imannya sebatas tenggorokan".


Juned Topan
17 januari2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar