23 Mei 2011

MEMBATU DI RIAK RINDU

Sudahlah,
tak usah memandangku seperti itu
Sungguh,
aku tdk kecewa dgn keadaan ini

Memulung rizki paruh waktu
sisanya untuk menulis puisi
sudah cukup bahagia aku menjalani

Pergilah
Jalani saja hidupmu
Sia sia mengenang masa lalu
Dunia kita sdh berbeda
Kau berlarian di kejar waktu
Sementara aku membatu di riak rindu

JT Jakarta13022010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar